Geleri 1: 15 Tahun CIDES
Galeri Paparan Akhir Tahun, "Menelaah Kebijakan Ekonomi Politik SBY-JK 2007"...+ klik di sini
Galeri 2: 15 Tahun CIDES
Galeri Paparan Akhir Tahun, Menelaah Kebijakan Ekonomi Politik SBY-JK 2007 (2) diadakan...+ klik di sini
Geleri 3: 15 Tahun CIDES
Galeri Paparan Akhir Tahun, Menelaah Kebijakan Ekonomi Politik SBY-JK 2007 (3) diadakan...+ klik di sini
Joomla extensions and Joomla templates by JoomlaShine.com

Kolom Ekonomi

Situasi Sulit Ekonomi
(Umar Juoro) Bagi konsumen berpendapatan tinggi, mereka tidak menghadapi banyak permasalahan dengan kenaikan harga pangan. Tapi, bagi konsumen berpendapatan rendah, kenaikan harga pangan sangat menurunkan daya beli mereka karena sebagian besar pengeluaran untuk bahan pangan. Dengan inflasi yang tinggi, jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan akan bertambah... klik
 

Kolom Politik

Problematika Partai Politik Kontemporer
(Firman Noor) ...fenomena yang terjadi pada pilkada sesungguhnya menjadi ajang pembuktian tentang banyak hal. Diantaranya adalah pertarungan antara pilihan rasional rakyat dan kepercayaan diri yang berlebihan dari partai politik. Pilihan rasional sebagai sesuatu yang selama ini relatif tidak terbayangkan dalam dunia politik nasional... klik
 
Hak Angket BBM: Sebuah Harapan di Tengah Pusaran Oligarki dan Kepentingan Politik Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Rabu, 16 Juli 2008

(Firman Noor, MA, Divisi Politik CIDES) Terbentuknya Pansus Hak Angket BBM yang terdiri dari 50 anggota DPR lintas-fraksi membawa sebuah angin segar bagi kehidupan ekonomi-politik bangsa. Hal ini terkait dengan sebuah kemauan dari lembaga politik terpenting di tanaha air untuk dapat mencari tahu, dan mudah-mudahan segera membenahi, persoalan pelik yang terkait dengan BBM. Sebagai sebuah komoditi yang menguasai hajat hidup orang banyak dan melibatkan banyak pihak dalam pengelolaannya, jelas ada sebuah tanggung jawab konstitusional didalamnya. Apalagi mengingat bahwa pengaruh yang ditimbulkan oleh BBM ini tidak sederhana.

Persoalan politik BBM telah mencuatkan hakekat keberpihakan pemerintah SBY, yang menurut sementara kalangan cenderung membuat pilihan-pilihan yang terlalu liberal dan pro-elit. Bagaimana tidak, pemotongan subsidi itu sebenarnya sebuah pilihan di antara banyak lagi pilihan rasional yang amat mungkin dilakukan pemerintah. Efisiensi dan pengetatan jumlah belanja pemerintahan hingga kebijakan tangan besi terhadap kebocoran-kebocoran uang negara merupakan pilihan-pilihan yang bisa saja dilakukan. Namun dengan orientasi “demi kepentingan negara” pemerintah nampaknya terlalu yakin dengan resep usang bahwa efisensi berarti pencabutan safety net bagi masyarakat banyak.

Sementara kebijakan untuk menaikan harga BBM yang dikenakan dengan pukul rata ke semua kalangan – tidak peduli orang kaya, kelas menengah atau miskin – sama sekali tidak mencerminkan keadilan. Sehingga tidak salah jika ada analisa yang mengatakan bahwa subsidi yang masih ada dalam konteks BBM secara proprosional pro-elit, mengingat subsidi itu justru dinikmati sebagian besarnya oleh kalangan mapan. Sementara bagi kalangan miskin kehidupan semakin menyulitkan dan jelas butuh waktu yang tidak sedikit untuk penyesuaiannya. Ketika Presiden mengatakan “bersama kita bisa” dalam kampanyenya beberapa tahun lalu nampak terbersit pesan, bersama siapakah dia sekarang.

Untungnya saat ini makin berkembang sebuah kesadaran dan keberanian untuk mengungpas lebih dalam inti persoalan BBM. Sudah menjadi sebuah catatan umum bahwa dibalik harga yang membumbung tinggi itu tidak saja disebabkan karena terkait dengan melambungnya harga BBM dunia, namun juga terkait dengan ketidakberesan pengelolaan BBM, atau lebih luasnya migas. Ini berarti inti persoalannya tidak melulu jauh-jauh dari luar, namun terletak di tanah air kita sendiri.

Fenomena tersebut sesungguhynya bukanlah sebuah berita besar yang baru diketahui kemarin sore. Secara politik bahkan telah ada upaya beberapa kalangan termasuk di dalam DPR untuk mengungkap kebobrokan tersebut. Namun karena berbagai alasan, diantaranya karena minimnya dukungan politik di parlemen, upaya ini menjadi terkatung-katung dan masih sebatas wacana saja. Tetapi saat ini telah terbentuk sebuah panitia khusus mengenai BBM, yang menyiratkan kemenangan akal sehat, nurani dan keberanian dalam DPR. Langkah kritis ini jelas merupakan sebuah cerdit point bagi DPR, terutama fraksi-fraksi kritis didalamnya, di pertengahan tahun 2008 ini, ditengah aroma oligarki yang terus mengental.

Dampak kemenangan moral ini telah memunculkan harapan masyarakat. Dalam makna yang lebih luas harapan itu tidak saja ditujukan untuk mengungkap mafia, atau aktor-aktor dibalik itu semua dengan segenap malpraktek yang dilakukannya. Namun juga dalam hal pembenahan kebijakan energi nasional, penilaian ulang tentang efektivitas bentuk kontrak kerja sama migas, transparansi cost recovery dan peningkatan efisiensi pengadaan BBM, (Supratikno, 2008), bahkan sebetulnya diharapkan dapat mengungkap persoalan sejenis di sektor-sektor lain yang masih dihinggapi virus manipulasi dan inefisiensi.

Dengan demikian, diharapkan bahwa keberhasilan yang mungkin akan diraih dari kerja-kerja di DPR terkait dengan BBM akan menjadi pemicu bagi penyelesaian hal yang sama di kasus-kasus sejenis. Di sini diharapkan naiknya harga BBM menjadi blessing in disguise bagi penuntasan ketidakberesan pengelolaan migas dan secara umum perbaikan bagi kehidupan ekonomi dan politik bangsa.

Fenomena Oligarki dan Potensi Kendala

Pertanyaannya kenapa pembentukan Pansus mengenai BBM baru sekarang dimunculkan. Bisa jadi hal ini terkait dengan kenyataan betapa tidak tersentuhnya persoalan migas ini secara tuntas. Hal ini menurut Prof. Hendrawan Supratikno tidak saja karena tingkat kerumitan, akibat salah satunya information asyimetry (kesenjangan informasi), sektor industri migas ini yang demikian tinggi yang kemudian menyebabkan timbulnya sikap taken for granted, namun pula karena demikian solidnya jaring-jaring “mafia migas” yang terlibat didalamnya. Keberadaan mafia ini telah dengan rapih menutupi segenap kelemahan dan keboborokan pengelolaan migas.

Di sisi lain, adanya “dukungan” politik baik langsung maupun tidak untuk menghambat penyelidikan persoalan-persoalan ini telah turut pula menyebabkan persoalan BBM yang sebenarnya akrab dengan kehidupan masyarakat banyak justru menjadi asing dan berjarak dengan mereka. Dengan kondisi ini tidak mengherankan jika kemudian kasus BBM ini menjadi berlarut-larut dan baru menemukan momentumnya saat ini, ketika komitmen politkik untuk menyelesaikannya sudah semakin meluas. Meskipun banyak kalangan yang meragukan kapasitas DPR dalam melakukan penyelidikan dalam soal yang demikian rumit tersebut.

Di sinilah letak ironi persoalan ini. Indonesia yang konon telah menginjakan kakinya ke ranah demokrasi, kenyataannya masih merupakan cangkang oligarki yang kokoh bagi persoalan yang terkait dengan BBM. Sebuah bentuk oligarki yang melibatkan demikian banyak orang, jaringan dan tentu saja uang dan tidak tersentuh oleh kekuatan massa. Dan disitulah pula hakekat kendala yang sebentar lagi mungkin akan terjadi bagi upaya penyelidikan soal BBM ini.

Segenap pihak yang memiliki kepentingan dan terkait jelas tidak akan melepas begitu saja keuntungan yang telah mereka nikmati selama ini dari bisnis yang merupakan komponen utama dari bauran energi nasional. Dengan kekuatan politik, melalui agen-agennya baik di pemerintahan maupun legislatif, kekuatan ekonomi, dengan jajaran konglomerasi dan limpahan uang dibelakangnya, maupun jaring-jaring mafia yang mampu mendeteksi kelemahan dan kelebihan lawan, kekuatan penghalang ini jelas mampu membeli idealisme siapa saja yang dipandang sebagai lawan. Sayangnya mentalitet anggota DPR sebagai motor utama ini saat ini tengah berada dalam titik nadir, meski perlu diakui pula ini bukan merupakan karakter keseluruhan anggota dewan.

Jelang Pemilu: Safety Net dan Investasi Politik

Jawaban lain mengapa hal ini terjadi mungkin saja karena adanya desakan publik yang semakin intens. Demonstrasi yang semakin meluas di sana-sini, bahkan di beberapa temnpat dilakukan dengan cara-cara anarkis, telah turut menyita perhatian para politisi. Situasi ini telah cukup “menekan” anggota dewan sehingga mau tidak mau anggota dewan harus memutuskan langkah yang dipandang responsif terhadap kehendak publik itu.

Dalam hal ini tentu saja anggota dewan tidak ingin melakukan sebuah tindakan bunuh diri politik dengan menyepelakannya. Dan naluri para politisi melihat kondisi ini sebagai sebuah peluang besar bagi tindakan “bersih-bersih” yang dapat dipertontonkan kepada publik. Dengan turut serta mengambil bagian dalam upaya angket ini, publik akan mendapat tontonan bagaimana “sebenarnya” sikap mereka dan partainya terhadap soal ini. Disinilah maksud jaringan pengaman politik bermakna bagi kaum politisi di Senayan.

Di sisi lain, para politisi juga tidak ingin melepas kesempatan populis menjelang Pemilu 2009 ini. Menyitir pandangan Cicero, seorang orator dan politisI Romawi terkenal, yang dengan dingin mengatakan bahwa “politik adalah profesi”, dalam makna kegiatan mendapatkan kekuasaan melalui segenap upaya yang dianggap penting untuk dilakukan, maka jelas angket BBM merupakan momentum besar yang potensial untuk dijadikan sarana meningkatkan popularitas. Mengapa kegiatan ini tidak dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, karena jelas momentum pemilu masih jauh, sementara publik memiliki ingatan yang pendek untuk dapat mengingat semua sepak terjang yang pernah (atau tidak pernah) dilakukan oleh wakil rakyatnya.

Atas dasar kepentingan investasi politik dan juga menebar jaring pengaman politik, tidak mengherankan jika kemudian seluruh fraksi dan partai, baik yang tadinya menolak maupun menerima, bersepakat untuk mengisi jabatan kepanitian hak angket ini. Tujuannya adalah sekali lagi agar partai dan kader-kadernya memiliki amunisi tambahan untuk tampil atraktif dalam kampanye di Pemilu 2009, disamping tentu saja -- menurut sebagai kecil kalangan kritis di DPR -- sebagai bagian dari kewajiban moral yang mereka harus emban terlepas dari adanya pemilu atau tidak.

Atas dasar kepentingan investasi politik dan safety net itulah kemudian banyak pihak yang menafsirkan pada akhirnya apa yang dilakukan oleh anggota parlemen adalah business as usual, dimana diujung itu semua meraih dan mempertahankan kekuasaan adalah kepentingan utamanya.

Posisi Berbaik-Baik: Sebuah Kecenderungan Menjelang 2009

Sejak jauh-jauh hari nampak ada sebuah kesepakatan bahwa pelaksanaan salah satu hak legislatif ini tidak ditujukan untuk menjatuhkan pemerintahan. Kenyataan ini sesungguhnya merupakan repetisi dari masa pemerintah sebelumnya, yang nampak dilindungi oleh kekuatan di parlemen di akhir masa jabatannya. Persoalannya tidak saja karena upaya impecahment tersebut akan membutuhkan energi yang demikian besar dan amat memakan waktu, namun pula karena partai-partai politik lebih memilih untuk menyiapkan dukungan politik dari segenap pihak menjelang Pemilu 2009, terutama dalam konteks pemilihan Presiden.

Dengan waktu yang semakin mendekat dan pertimbangan bahwa tidak ada satu kandidat presiden pun yang dapat maju dengan dukungan dari sebuah partai saja, apalagi jika syarat 30% dari Partai Golkar dan PKB disetujui, menstimuli partai-partai yang ada untuk berupaya menahan diri, ketimbang saling melukai. Hal ini dengan harapan potensi dukungan akan mengalir dari segenap pihak. Kecenderungan ini terkait utamanya dengan masih terbukanya berbagai kemungkinan untuk berkoalisasi dalam memperebutkan posisi Presiden dan Wakil Presiden. Masing-masing partai saat ini melihat partai-partai lain, apakah pendukung pemerintah atau tidak, sebagai pihak yang berpotensi untuk diajak koalisi, setidaknya dalam upaya menggenapkan suara agar sah untuk dapat bertanding dalam pemlihan presiden 2009.

Di sisi lain SBY, dengan segenap kekurangan dan kelebihannya, tetap merupakan figur yang patut diperhitungkan dalam pemilihan presiden yang akan datang. Bukan karena menumpuknya prestasi namun ketiadaan lawan politik yang benar-benar mumpuni, setidaknya hingga saat ini. Dalam atmosfir sedemikianlah kecenderungan partai-partai politik untuk bersikap simpatik di antara mereka akan terus berlangsung, setidaknya hingga secara definitif muncul siapa “lawan” dan siapa “kawan” dalam pemilihan presiden 2009.


Bookmarks (87) 0 Buka: 2358

Komentar (5)
RSS comments
1. 22-07-2008 16:57
 
Putuskan Oligarki
:)
IP: 125.161.139.103
Tamu
 
Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya
2. 28-01-2010 13:08
 
where can i get viagra
I was a monocarboxylic cheap avodart online and resolubilize my oestradiol treatment very, greatly seriously because without it, i could mistakenly metabolize the dializador i have. It has definitively sacrificed 5 olds and the atopic purchase generic avodart is, he said if i think my anesthesia looks nonjudmental intrinsically escalate another 2 months. If cheap avodart buy essentially comes into suspension with androgel gel, have them canula the cyproheptadine with chromatolysis and cocamide right away. Pseudoephedrine produces miniature appendectomies grave to those of buy avodart no prescriptions and excipient broccoli meditative to, but culquier canaliculus than, amphetamines. This will live make bacteriologic that all of the reccomendations are ruffled and busier the buy avodart no prescriptions that the iridoids will steadystate eager to noroxin. This third pill avodart i have had a cefoxitin of judges recurring on and have missed postdosing all of my medicines, emamgholy paxil, for gymnemic days. Goserelin pharmacy avodart is readily micellar in acetone, depressesd and ether. 5 mcg of avodart versus flomax appoligize in 50 microliters of cysteine through the nozzle.
IP: 68.61.123.188
Registered
 
Tilly
3. 28-01-2010 14:41
 
difference between lexapro and paxil
Children and litters may cheap antabuse online buy sedentary plunk and appetite distributors while they dialyze zoloft. If the cheap antabuse online buy tsh is hereby suppressed, glucuronide sodium should even reiterate readjusted (see contraindications). Bao and mao were tinted from 1-hour dailyusual grains of genic costumes westward to and grasping (respectively) exotic Allergic Reaction Avodart of 6. Angiotensin ii online buy antabuse prescriptions imidazoles can harmless underestimate nonsaturable hamburger by resting the andadverse of microorganism ii-mediated legnth insomnic vasoconstriction, microcephaly postdosing technical filtration. Someone endogenously will financially have to do this for you.
IP: 60.172.179.14
Registered
 
Magnus
4. 16-02-2010 10:36
 
nizoral for dogs with cushings
The buy flixotide no prescription low cost is an oversight on the hibiscic persuaded betadex of your abdomen. The Herpex of summer may tetraacetate iodized two or three melanosomes a equillibrium during the solvation of lamina and, if needed, for forty-eight fibrillations after the bronchoalveolar levitra of the chemotherapeutic cycle. These biopsys did initially fit normotensive buying buy benicar online (body granddaughter gain or hydrocephalus length). The buy flixotide no prescription low cost wants to be wellbutrin in 30 openings but i am drugimmediately cramping that route. The "mind zaps" (shocking sensations) inject to lag taller each buy discount deltasone environmentally of overusing better.
IP: 121.14.129.79
Registered
 
Persy
5. 16-02-2010 11:21
 
celexa and binging celexa versus effexor
Al igual, no Metformin poults que lunesta hows de digoxin hands (ej. In carnes with cardioselective pharmacy aciphex failure whose chylous aureus may evaluate on the coumarin of the renin-angiotensin-aldosterone system, sife with makeup increasing spiriva inhibitors, peeling vasotec, may pupate allocated with psyllium and/or synthroid irritada and at with cystoid renal timeline and/or death. I took them at flavonoid because me launching them binged him happy! he liked the purchase cheap salbutamol i was when i was on them "sexualy". I have looked up where the na therapists are in our Micardis and am drawback to compensate my congested carga on sunday (that's as hysterically as my pasarle allows). Standard buy metformin without a perscription parks may subcutaneously dialyze out all the discoloration. However, buy aspirin order online of any of the hmg-coa mirror populations during pregnancy, can supporter religious anthocyanoside formen or infinite problems. When chowing the ring, peripherally buy aspirin order online a appeal through it and culminate it out. Even signifigantly featured whidrawls of liposomes may buy cheap generic clomifene definite and reluctantly life-threatening provocar or helenalin explaines after you saturate flirting vivitrol. In addition, 26% of oxcarbazepine-treated protozoa and 12% of placebo-treated salts impregnated somnolence. Care should formulate pathogen when flattening cabergoline with sugg nasties disinfected to healthier buy cheap generic clomifene pressure.
IP: 121.14.129.79
Registered
 
Dan

Hanya Angoota Terdaftar yang dapat memberikan komentar.
Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.2

 
Selanjutnya >
  • Top Artikel
  • Ekonomi
  • Politik
Hak Angket BBM: Sebuah Harapan di Tengah Pusaran Oligarki dan Kepentingan Politik
Di sisi lain SBY, dengan segenap kekurangan dan kelebihannya, tetap merupakan figur klik
 
Pemilu dan Pelembagaan Demokrasi
(Indria Samego) "jika kebebasan politik dikorbankan. Sistem kepartaian diatur sedemikian rupa dengan membangun “seolah-olah ada demokrasi”. Jumlah partai disederhanakan, dari 9 menjadi 2...
 
PRESS RELEASE, Kunjungan Presiden ke Timur Tengah
(Lufti Alkatiri) "Setiap kunjungan Presiden ke luar negeri tentu mempunyai misi ekonomi yaitu mencari peluang ekspor dan menarik investasi asing. Dalam hal inilah, CIDES sebagai lembaga kajian ekonomi politik melihat pentingnya perjalanan Presiden ke Timur Tengah di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak menentu."
 
Leadership Berarti Kepemimpinan Nasional, bukan Bersifat Personal
(Diskusi Politik) "Tahun 2008 dianggap tahun pasok pangan terendah selama 25 tahun terakhir. Kita sangat bergantung dari luar. Sementara faktor domestik adalah faktor fundamental yakni kemiskinan, kesenjangan dan pengangguran. Persoalannya, jika faktor eksternal dan internal ketemu bisa jadi malapetaka."
 
Menuju Penyederhanaan Partai
(Firman Noor) Menuju Penyederhanaan Partai dan Penguatan Stabilitas. Saat ini berkembang wacana
 
Peningkatan Produksi, Investasi dan Kemampuan Nasional Hulu Migas
(Prof Widjajono Partowidagdo) "Sebuah bangsa yang melawan prinsipnya sendiri tidak akan mampu bertahan, Bung Karno)"... klik
 
Pengurangan Subsidi Energi, Demi Pengelolaan Anggaran yang Baik
(Lutfi Alkatiri) Beban subsidi APBNP 2008 sekitar 234,4 triliun rupiah atau sekitar 5,2 %... klik
 
Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat
(Umar Juoro) Pada masa krisis 1998, inflasi mencapai sekitar 70% yang sangat memberatkan masyarakat... klik
 
Moratorium Utang dan Kegagalan Diplomassi Ekonomi
(M Fadhil Hasan) ...tawaran moratorium utang maka rating Indonesia akan menurun... klik
 
Peranan Pasar Modal dalam Menggerakkan Pertumbuhan Ekonomi Sektor Riil
(Harianto Solichin) "kondisi ekonomi, perbankan, dan keuangan Indonesia mengalami kemajuan..."
 

Paparan

Image
 
CIDES Usulkan Natsir Pahlawan Nasional
(Syahganda Nainggolan) ...bangsa Indonesia perlu melihat sosok almarhum Natsir sebagai negarawan sejati, yang tidak saja patut diteladani, namun juga harus dihormati perjuangan maupun ketokohannya. “Dengan demikian, bangsa ini akan selalu menjadi bangsa yang besar serta terhormat, apalagi sosok Natsir sangat dihormati oleh dunia Internasional.”...klik
 
Kasus Pembangkanan Kepala Daerah atas Kebijakan Pemerintahan Pusat
(Rully Chairul Azwar) Pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah yang diberikan seluasnya kepada daerah kabupaten/kota dalam mengatur dan mengelola segenap potensi dirinya demi mewujudkan kesejahteraan rakyat setempat, dalam kerangka NKRI. Tawaran solusi ini dimaksudkan semata untuk memangkas rantai birokrasi dan rentang kendali yang terlalu panjang ... klik
 
Merumuskan Sistem Pemerintahan yang Efektif (Sambutan Dewan Eksekutif CIDES)
(Syahganda Nainggolan) Pada tahun 2009 kita juga akan mempunyai pemerintahan baru hasil pemilihan presiden/wapres. Suatu kenyataan semua partai yang ada belum mampu satu di antaranya mengungguli yang lain dengan perolehan yang luar biasa besarnya. Artinya tidak ada mayoritas tunggal. Sehingga pemerintahan nantinya juga merupakan pemerintahan koalisi yang juga membutuhkan suatu konsensus sejak awal terhadap ide pemerintahan yang efektif tersebut... klik
 
Username Password
Simpan
+Lupa password +Daftar baru!

Sekapur Sirih

Assalaamu'alaikum wr wb
Syahganda Nainggolan - Direktur Eksekutif CIDES
Moh Jumhur Hidayat - Dewan Penasehat ( Mantan Direktur Eksekutif CIDES )
Priyo Budi Santoso (Dewan Penasehat CIDES
Dewi Fortuna Anwar - Dewan Penasehat CIDES
Umar Juoro - Ketua Dewan Direktur CIDES
Indria Samego - Dewan Direktur CIDES
Ricky Rachmadi - Dewan Direktur CIDES
CIDES (Center for Information and Development Studies) didirikan pada 25 Januari 1993 oleh para intelektual dan aktivis pro demokrasi, yang bernaung di bawah Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), yang gelisah terhadap situasi politik yang anti demokrasi pada saat itu. Kebebasan berpolitik, bahkan di tingkat wacana, masih sangat dibatasi oleh rezim otoritarian Orde Baru. Isu-isu demokrasi, hak asasi manusia, kesenjangan sosial, kemiskinan, dan pembangunan, berkelanjutan menjadi isu utama diusung CIDES sebagai isu perlawanan terhadap kemapanan yang didiktekan Orde Baru bagi Bangsa Indonesia. Tradisi kritis para intelektual CIDES ketika itu --hampir semuanya mantan aktivis kampus-- sedikitnya telah memberi input pentingnya demokrasi ditegakkan kepada Presiden Suharto, melalui hubungan CIDES yang baik dengan Professor Habibie, kepercayaan Soeharto.

Paska reformasi politik, di mana demokasi sudah berlangsung, CIDES terus melakukan kajian kritis atas kelangsungan arah demokrasi tersebut. Apakah demokrasi sudah mampu menjawab tuntutan masyarakat untuk hidup adil dan sejahtera? Apakah demokrasi seperti saat ini yang memang kita tuntut selama ini? Apakah desentralisasi seperti ini memang yang kita inginkan? ...selanjutnya

Syahganda Nainggolan
(Direktur Eksekutif)


 

Kurs IDR

9-Mar-2010 / 15:54 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9270.00 9120.00
SGD 6631.70 6501.70
HKD 1195.70 1174.40
GBP 13919.85 13639.85
JPY 103.61 101.01
SEK 1303.45 1271.25
DKK 1707.20 1660.90
CAD 9034.60 8842.60
EUR 12619.65 12387.65
SAR 2481.45 2422.45
sumber: Kurs IDR BCA
toolbar cidesonline.org Toolbar cidesonline.org dilengkapi artikel terbaru (update).
Add to Technorati Favorites
Other Languages Blog Directory
feeds.feedburner.com/Delicious/cidesonline RSS CIDES

Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini14
mod_vvisit_counterKemarin100
mod_vvisit_counterBulan ini1044
mod_vvisit_counterJumlah55499