|
Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (CIDES), Syahganda Nainggolan menilai,
penghormatan Presiden SBY terhadap almarhum Soeharto, baik saat menyampaikan duka cita maupun dalam memimpin upacara pemakaman almarhum di Astana Giribangun, Jawa Tengah, menunjukkan jiwa besar SBY selaku pemimpin bangsa kepada pendahulunya. Presiden SBY telah bersikap simpatik dengan memberi contoh yang arif sekaligus merupakan teladan berdemokrasi yang patut diikuti.
Namun meski telah tunjukkan jiwa besar, Syahganda meminta Presiden SBY bersikap obyektif dalam menyelesaikan kasus hukum Soeharto, sehingga penghormatan yang diberikan kepada almarhum Soeharto tidak kemudian mengendapkan permasalahan hukumnya.
“Jangan sampai proses hukum Pak Harto tenggelam akibat terlalu besarnya penghormatan maupun sanjungan,” tegas Syahganda, dalam siaran pers CIDES di Jakarta, Senin (28/1).
Menurut Syahganda, secara moral dan politik sikap yang ditampilkan SBY dan tokoh-tokoh nasional pada almarhum Soeharto dinilai sudah tepat. “Akan tetapi, penghargaan atau sanjungan tidak perlu dibesar-besarkan. Karena bagaimanapun, Pak Harto juga memiliki banyak kesalahan terhadap bangsa dan negara, sehingga penuntasan kasus hukumnya harus tetap dilanjutkan di meja hijau,” ujar Syahganda.
Syahganda mengatakan, penyelesaian kasus Pak Harto tidak cukup dengan memberi maaf oleh berbagai pihak, meskipun pemberian maaf diperlukan mengingat rasa simpati serta alasan kemanusiaan.
“Jauh dari sekadar itu, bangsa ini memerlukan pembelajaran hukum yang tegas tanpa pandang bulu, karenanya kasus Pak Harto tidak boleh diistimewakan oleh hukum, agar bangsa secara keseluruhan mendapatkan keadilan yang sebenarnya.” Ditambahkan Syahganda, masih banyak rakyat Indonesia yang sulit memaafkan Soeharto akibat kekuasaannya di masa lalu yang represif.
Menyinggung para kroni Soeharto yang belum tersentuh hukum, Syahganda berharap pemerintahan SBY dapat secepatnya melakukan penindakan hukum yang lebih berani, demi terungkapnya berbagai kasus penyalahgunaan kekuasaan selama era pemerintahan Soeharto.
“SBY akan memperoleh simpati publik yang besar jika selama kepemimpinannya mampu menuntaskan kasus hukum Soeharto, di samping mampu menjerat para kroni Soeharto sebagai pelaku korupsi ke muka pengadilan. Jadi, simpati pada SBY tidak hanya pada kearifannya dalam menghormati almarhum Soeharto, namun juga ketegasannya untuk terus mengadili kasus hukum Soeharto berikut para kroninya.
Bookmarks (60) 0 Buka: 1449
Hanya Angoota Terdaftar yang dapat memberikan komentar. Silakan login atau mendaftar terlebih dahulu. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.2 |