|
CIDES (Center for Information and Development Studies) didirikan pada 25 Januari 1993 oleh para intelektual dan aktivis pro demokrasi, yang bernaung di bawah Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), yang gelisah terhadap situasi politik yang anti demokrasi pada saat itu. Kebebasan berpolitik, bahkan di tingkat wacana, masih sangat dibatasi oleh rezim otoritarian Orde Baru. Isu-isu demokrasi, hak asasi manusia, kesenjangan sosial, kemiskinan, dan pembangunan, berkelanjutan menjadi isu utama diusung CIDES sebagai isu perlawanan terhadap kemapanan yang didiktekan Orde Baru bagi Bangsa Indonesia. Tradisi kritis para intelektual CIDES ketika itu --hampir semuanya mantan aktivis kampus-- sedikitnya telah memberi input pentingnya demokrasi ditegakkan kepada Presiden Suharto, melalui hubungan CIDES yang baik dengan Professor Habibie, kepercayaan Soeharto.
Paska reformasi politik, di mana demokasi sudah berlangsung, CIDES terus melakukan kajian kritis atas kelangsungan arah demokrasi tersebut. Apakah demokrasi sudah mampu menjawab tuntutan masyarakat untuk hidup adil dan sejahtera? Apakah demokrasi seperti saat ini yang memang kita tuntut selama ini? Apakah desentralisasi seperti ini memang yang kita inginkan?
Apakah jalan kita pada kesejahteraan masih pada arah yang mungkin kita tunggu? Berbagai pertanyaan terus masuk dalam pikiran CIDES untuk dapat memberikan buah pikiran yang jernih bagi kelangsungan sebuah bangsa, Bangsa Indonesia.
Tentu saja CIDES hanyalah sebuah institusi di antara ribuan institusi yang muncul pada masa reformasi ini. Namun, CIDES berharap kontribusinya tetap berguna bagi sebuah referensi dalam pengambilan keputusan penting repubik ini dari pemangku kepentingan republik ini.
Apakah jalan kita pada kesejahteraan masih pada arah yang mungkin kita tunggu? Berbagai pertanyaan terus masuk dalam pikiran CIDES untuk dapat memberikan buah pikiran yang jernih bagi kelangsungan sebuah bangsa, Bangsa Indonesia. Tentu saja CIDES hanyalah sebuah institusi di antara ribuan institusi yang muncul pada masa reformasi ini. Namun, CIDES berharap kontribusinya tetap berguna bagi sebuah referensi dalam pengambilan keputusan penting repubik ini dari pemangku kepentingan republik ini. Wassalaamu'alaikum wr wb. Syahganda Nainggolan (Direktur Eksekutif)
Lampiran
1. Susunan Pengurus (Biografi)
2. Visi dan Misi
3. Legalitas |