|
Sabtu, 03 September 2005 |
|
(Umar Juoro) Kebijaksanaan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) rata-rata sekitar 126 persen, dengan kenaikan tertinggi untuk minyak tanah sekitar 180 persen mengejutkan banyak pihak dan kesannya jelas bahwa kebijaksanaan ini bersifat sepihak untuk sebesar mungkin mengurangi beban subsidi BBM yang ditanggung pemerintah dan menggesernya kepada masyarakat sebesar mungkin. Komentar 0 Bookmarks (31) 0 Buka: 2519 |
|
Senin, 29 Agustus 2005 |
|
Desakan Resuhfflr Kabinet Terus Meningkat. Menurut Pengamat Ekonomi dari CIDES, Umar Juoro memaparkan, sebenarnya prosfek Indonesia cukup bagus. Hanya saja, peluang itu masih belum dikerjakan secara optimal oleh tim ekonomi pemerintahan. “Misalnya di sektor energi. Apabila kebijakannya tepat, tentu kita tidak kedodoran dalam urusan BBM. Begitu juga masalah pertanian, tentunya sudah tercipta lapangan kerja baru bagi masyarakat”. Ditambahkannya, program-program yang di tetapkan oleh tim ekonomi pemerintah juga tidak efektif, misalnya program kompensasi pengurangan subsidi BBM. “Sekarang ini (menteri ekonomi) jalan sendiri sendiri. Dilihat dari hasil kinerjanya, sekarang tampak kurang adanya konsolidasi antar menteri,” jelas Umar. Umar mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% selama ini bukan dari hasil kinerja pemerintah, khususnya tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu, melainkan lebih kepada ekspektasi (harapan) terhadap kepemimpinan Presoiden SBY. Petikan wawancara Wartawan Seputar Indonesia dengan Umar Juoro (CIDES), Tanggal 29 Agustus 2005.
Komentar 0 Bookmarks (52) 0 Buka: 2034 |
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 37 - 43 dari 43 |